Konversi Lahan Meningkat

Friday, April 06, 2007


Persoalan besar bangsa Indonesia ke depan adalah ketersediaan pangan. Lahan pertanian semakin sempit, pertanian on farm belum menguntungkan, produktivitas melandai, diversifikasi pangan gagal, jumlah penduduk semakin banyak, sementara konversi lahan terus berlangsung.
Bangsa Indonesia memerlukan lahan yang cukup untuk memproduksi pangan yang dibutuhkan terus meningkat. Negara seperti Jepang, China dan Korea juga memenuhi kebutuhan pangannya sendiri, apalagi kita sebagai negara agraris. Kebutuhan lahan merupakan bagian vital dalam sistem produksi pangan. Namun, ironisnya konversi lahan pertanian terus berlangsung dan ekstensifikasi sulit ditekan.
Tahun 2030 diperkirakan Indonesia memerlukan 59 juta ton dengan asumsi untuk memenuhi kebutuhan penduduk Indonesia yang berjumlah 425 juta jiwa. Lahan yang tersedia sekarang hanya 11,6 juta hektar dan yang beririgasi 7,6 hektar.
Untuk itu, diperlukan lahan baru 11,8 juta. Pertanyaannya, apakah mungkin kita memperluas sebanyak itu, sementara untuk memperluas 20.000 hektar saja sulit?
Yang mungkin terjadi pada tahun 2030 bukannya sejahtera, tetapi Indonesia akan bisa kekurangan pangan. Kalau ingin membuat lahan pertanian pangan abadi, harus disepakati dulu luasnya dan berasal darimana lahan itu. Di samping itu agar petani tidak menjual lahan pertaniannya, maka perlu intensif fiskal dan nonfiskal.

0 comments